Beranda News Tenaga Kontrak RSUD Makassar Tuntut Pembayaran Gaji

Tenaga Kontrak RSUD Makassar Tuntut Pembayaran Gaji

0
BAGIKAN
(Ft: int)

Makassar, TR — Sekelumit masalah menyelimuti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar. Selain pada belum difungsikannya beberapa gedung yang dibangun, seperti gedung instalasi gizi dan gedung Direktur (gedung D) yang kondisinya seperti tak terawat, kini giliran para tenaga kontrak yang menuntut pembayaran gaji mereka yang tertunggak selama 4 bulan.

Kabar tersebut beredar di beberapa grup whatsapp (wa) yang bertuliskan :

Info Rencana Aksi Mogok RSUD kota Makassar

Kami tenaga kontrak dan sukarela…

1. Bayarkan hak kami selama 3-4 bulan

2. Kami menuntut agar kiranya dalm bekerja tidak ada intimidasi atau tekanan

3. Kepada pak. Walikota makassar dalam hal ini PLT agar mengevaluasi direktur Rsu daya

4. Tenaga sukarela mempertanyakan 13 tenaga kontrak yg baru masuk tanpa mengabdi di rumah sakit notabene masih ada 153 org tenaga sukarela yg sudah mengabdi bertahun-tahun di Rs…

5.tenaga sukarela menagih janji-janji yg telah di ucapkan oleh direktur…

Rencana aksi pukul 08:00 pagi.

Salah seorang perawat tenaga kontrak yang dikonfirmasi perihal tuntutan tersebut membenarkan.

“Iye pak, rencana hari ini dan itu tuntutannya”, ucap tenaga kontrak berinisial RS, Senin (09/04/18) pagi.

Menurut RS, mereka menuntut pembayaran selama 3-4 bulan, bukan 1 bulan, serta mempertanyakan potongan gaji yang harusnya Rp. 1.000.000/ bulan, tapi hanya Rp. 850.000,-/ bulan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur 1 RSUD Bu Yuli turut membenarkan.

Terkait keterlambatan pembayaran gaji tenaga kontrak, Yuli mengatakan rencananya akan di bayarkan hari ini untuk 1 bulan.

” Rencana hari ini sudah masuk rekening tenaga kontrak, itu 1 bulan”, kata Yuli.

Menurut Yuli, secara pribadi bisa merasakan apa yang mereka rasakan karena tak terima gaji, “tapi mau bagaimana? Kami sudah tanyakan ke bagian keuangan RSUD tapi jawabannya bahwa yang bisa diberikan oleh Dinas kesehatan selama 1 bulan, ini krn tenaga kontrak melekat pada DPA dinkes”, terang Yuli.

Bahkan, Yuli pun sebagai Wadir I turut mempertanyakan keterlambatan tersebut.

“Yang kami sempat tanyakan ke bendahara untuk menjadi perhatiannya, kenapa tenaga kontrak di Dinkes dan Puskesmas sudah menerima dari minggu pertama April sebesar 3 bulan, kenapa khusus RS hanya 1 bulan padahal kalau tidak salah tenaga kontrak itu 1 kesatuan. Jadi kalau 3 bulan yang keluar, semua harus dapat 3 bulan”, imbuhnya.

Yuli menerangkan, tenaga kontrak sudah dipertemukan dengan direktur sebagai penentu kebijakan, tapi tidak bisa mendapatkan solusi.

“Jadi sangat prihatin memang dan kasian, mereka sudah bekerja memberikan pelayanan yang baik kepada pasien tapi haknya belum diberikan”, tutup Wadir I RSUD Makassar, Yuli.

(Iqb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here