Beranda News Telat 90 Hari, Begini Kondisi Gedung D RSUD Daya Makassar Telan Anggaran...

Telat 90 Hari, Begini Kondisi Gedung D RSUD Daya Makassar Telan Anggaran Lebih Rp. 1M

0
BAGIKAN

Makassar, TR — Pembangunan beberapa gedung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar sampai saat ini belum juga rampung 100%. Bahkan, dari jadwal pembangunannya sudah terlambat beberapa bulan.

Seperti pembangunan gedung instalasi gizi yang menelan anggaran sebesar Rp. 1.270.111.000,- yang dikerjakan oleh CV. Alena Jaya Konstruksi ini yang sampai saat ini belum memperlihatkan rampung 100% padahal dari kontrak berakhir pada tanggal 15 Desember 2017 lalu.

Bahkan pembangunan gedung instalasi gizi ini diduga terindikasi korupsi. Pihak Polda Sulsel pun telah memanggil beberapa pihak termasuk Dirut dr. Ardin Sani pada Februari lalu.

Selain gedung instalasi gizi, gedung direktur (gedung D) juga mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

Berdasarkan surat perjanjian dengan nomor : 6294/RSUD-MKS/IX/2017 antara pihak RSUD dengan CV. Tujuh April, batas akhir masa penyelesaian kerja harusnya pada tanggal 12 Desember 2017 lalu dengan menelan anggaran sebesar Rp. 1.032.000.000,-.

Dari pantauan tim Teropongrakyat.net, beberapa minggu lalu kondisi gedung D yang belum difungsikan ini tampak kurang terawat.

Selain didapati atap yang tampak berjamur dam bocor, lantai yang retak, telihat juga pemakaian seng bekas pada bagian atas gedung.

Kabag Umum RSUD Muhajir yang dikonfirmasi via whatsapp (wa) terkait kondisi gedung tersebut, hanya menjawab singkat.

“Tabe nanti saya cek dulu. Makasih”, singkat Muhajir, Minggu (08/04/18) sore.

Selain itu, keterlambatan penyelesaian pekerjaan dari waktu yang ditentukan, yakni 12 Desember 2017 lalu, Muhajir mengatakan dikenakan denda sesuai aturan berlaku.

“Tabe sesuai dengan aturan tambahan 50 hari dan denda tetap berlaku. Makasih”, kata Muhajir.

Jika dihitung dari batas pekerjaan tanggal 12 Desember 2017 hingga sekarang per 08 April 2018, berarti masa keterlambatan sudah lebih dari 50 hari, yakni lebih dari 90 hari dari batas waktu pekerjaan.

(Tim TR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here