Tak Sejalan Dengan Murniati Makking, Kader Demokrat Bulukumba Ramai-Ramai Hengkang

0

BULUKUMBA, TR – Satu per satu kader Demokrat Bulukumba hengkang mengikuti jejak Wakil Bupati, Tomy Satri Yulianto ke partai NasDem. Tomy sapaan akrabnya berpindah ke NasDem dan saat ini dipercayakan menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD NasDem Bulukumba.

Berbagai macam spekulasi muncul pasca berpindahnya TSY, akronim namanya. Sebagian kader yang turut meninggalkan Demokrat beralasan lantaran tidak sepaham dengan Ketua DPC Demokrat Bulukumba terpilih, Murniati Makking.

Tidak hanya itu saja. Demokrat yang mengabaikan potensi yang dimiliki kader sebagai pertimbangan untuk membesarkan partai menjadi alasan, termasuk kader yang memang loyal dengan Tomy Satri.

Kader Demokrat, yang juga adalah tokoh masyarakat karismatik Bonto Bahari, Haji Suwardi tidak menampik bahwa sudah ber NasDem. Dirinya meninggalkan Demokrat lantaran ikut langkah politik TYS.

Dia menjelaskan, alasan pindah pindah partai lantaran sudah sepaham dengan Tomy Satri yang meliki visi yang baik untuk Bulukumba.

“Partai itu adalah alat perjuangan saja, saya dan pak Tomy sudah menyelami karakter masing-masing dan punya visi yang sama melihat Bulukumba kedepannya,” ucap Haji Kardi.

Saat ditanya berkaitan alasan ketidak sepahaman dengan Murniati Makking, dia enggan berspekulasi lebih jauh. “Saya tidak tau akan hal itu,” tandasnya.

Tidak hanya berpindah partai saja, salah satu kader muda Demokrat Bulukumba, Bung Hardi memilih untuk keluar dari struktur partai dan mengaku tidak ingin aktif di partai berlambang bintang mercy itu. Meski tak berpindah partai, namun Ketua DPC Demokrat Bulukumba, Murniati Makking menjadi alasannya.

“Tidak bisa sejalan dengan pemikiran ketua. Pada prinsipnya di kepengurusan baru di partai, saya memilih untuk berada di luar struktur, mau fokus kembangkan usaha,” kata tokoh pemuda ini.

Bebeberapa kali diulang, dirinya akan istirahat untuk ikut berpartai. Dikonfirmaai lebih jauh, Bung Hardi tak ingin memberikan jawaban yang terlalu gamblang.

“Tidak enak lah (diungkap), biar bagaimana orang-orang yang aktif di pengurusan itu masih teman-teman semua. Kalau saya ikut-ikut komentar nanti bisa merusak silaturahmi,” kata dia.

Pernyataan ini seolah menggambarkan, bahwa ada kondisi krusial yang merusak soliditas internal Demokrat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here