Beranda Peristiwa Nanya Gaji, Petugas Kebersihan Ini Malah Dipecat

Nanya Gaji, Petugas Kebersihan Ini Malah Dipecat

1
BAGIKAN

Makassar, TR — Apes benar nasib ketujuh petugas pengangkut sampah motor Fukuda ini. Bermaksud menanyakan gajinya kepada Lurah Kaluku Bodoa Kec. Tallo Makassar, malah yang ada pemecatan dari pekerjaannya yang di dapatkan dari Camat.

Korban pemecatan sepihak mengutarakan, beberapa penjelasan dan tuntutan hak petugas pengangkut sampah jika memang sudah tidak diinginkan lagi oleh pihak kelurahan dan kecamatan khususnya wilayah Kelurahan Kaluku Bodoa kec. Tallo.

Erianto salah satu petugas pengangkut sampah menjelaskan jika mereka bertujuh melakukan pertemuan langsung ke kelurahan dalam hal ini Pak Lurah Kaluku Bodoa Amir, A.Md pada jumat pagi (16/3/2018) lalu, murni menanyakan masalah insentif/gaji yang sudah tiga bulan belum cair.

Erianto menambahkan bahwa dirinya bersama rekan hanya meminta penyambung hidup (beras) untuk biaya sehari-hari saja, dan hal yang wajar menurutnya jika meminta itu secara tiga bulan tidak gajian.

“Saat saya minta kepada pak Lurah, pinjam uangnya sebesar 200.000 atau 500.000, dengan santai pak Lurah menjawab mobilnya (pak Lurah) belum ku bayar bagaimana bisa pak Lurah kasiki, ini kan bukan jawaban pimpinan yang seperti ini”, keluh Erik sapaan Erianto saat ditemui di kediaman rumah temannya Naga, Selasa, (20/03/2018).

Hal senada juga diungkapkan Ahmad alias Naga menyayangkan sikap pak Lurah Kaluku Bodoa yang mengeluarkan perkataan itu, padahal kami bertujuh ini hanya meminta pinjaman dan akan kami ganti setelah kami gajian.

“sikap pak Lurah ini tidak mencerminkan seorang pemimpin”, ucap Naga.

Naga juga mengungkapkan, bahwa karena tidak adanya kejelasan dari Kelurahan makanya kami bertujuh mogok kerja, hari itu juga. Dan hari jumat pagi kami di telepon untuk menyetorkan kunci motor fukuda di kumpulkan ke kelurahan untuk dibawa ke kantor kecamatan.

Lain Erik dan Naga, Amir justru mengungkapkan rasa kecewanya setelah di pecat bahwa insentif/gaji yang diterimanya sebesar 2.200.000 akan tetapi, di potong 150.000 yang katanya, untuk tunjangan hari tua anehnya tidak ada tanda bukti yang ditandatangani dan kami hanya menerima 2.050.000 rupiah tiap bulan.

“Selain itu juga uang bensin yang ditandatangani adalah 5 liter tapi saat dilapangan yang diberikan hanya 3 liter, 2 liternya lari kemana? Kejadian ini sudah lama, akan tetapi sudah sampai di kecamatan dan itu sudah berubah kembali 5 liter” ungkap Amir.

Sementara itu, Camat Tallo A. Sainal Abidin, seperti yang di beritakan di beberapa media online mengungkapkan jika dirinya menerima laporan dari Lurah kalau ketujuh petugas tersebut sudah tidak mau bekerja.

(Udhin)

1 KOMENTAR

  1. Jgn asal pecak sj pak camat, jgn asal dengar sepihak (lurah) pak camat, tp dengarki jg penjesannya sopir fukudata pak camat,,, dia tidak melanggar aturan Cuma menuntutji kodong gajix,,, klau memang ada kesalahan menurut pak camat bs dipanggil dan diberikan nasehat jgn seenaknya main pecat,,, dimana rasa kemanusiaanta pak camat,,,
    😥😥😥😥😥😥😥😥😥😥😥😥

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here