Acara IMF Habiskan Hampir Rp 1 Triliun APBN, BPI: Pemerintah Tidak Pro Rakyat

0

Jakarta, TR – Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, acara pelaksanaan IMF – World Bank Annual Meetings yang digelar 12 sd 14 Oktober 2018 di Nusa Dua Bali mendapat protes keras publik.

Pasalnya, acara tersebut menelan biaya yang sangat besar yakni hampir 1 triliun rupiah dengan menggunakan APBN dari pos anggaran Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementrian Pariwisata dan Kementrian Perhubungan.

“Anggaran hampir 1 triliun rupiah hanya untuk menggelar acara IMF – World Bank Annual Meetings bukan hanya berlebihan, tapi seolah kebijakan ini menghapus dosa yang telah dilakukan IMF kepada Indonesia disaat krisis tahun 1998,” tegas Panji.

Sebaiknya, lanjut Panji, historis kelam Indonesia dengan IMF sepatutnya Jokowi mempertimbangkan untuk memberikan karpet merah kepada IMF, karena lebih berguna anggaran tersebut jika digunakan untuk membuat ribuan sekolah di desa-desa, fasilitas kesehatan, dan untuk modal para petani yang saat ini kesulitan.

Menurut Panji, IMF bukan hanya lembaga keuangan semata, melainkan alat politik global yang dapat mengakibatkan krisis ekonomi di Indonesia.

Hal tersebut telah dibuktikan ketika rezim Orde Baru tumbang. Maka Jokowi wajib untuk berhati-hati jika didekati IMF disaat ekonomi Indonesia saat ini bisa dikatakan terpuruk melihat anjloknya rupiah atas dollar AS (sempat tembus Rp. 13.800/dollar AS).

“Publik mengharapkan ketegasan Jokowi dalam bersikap dan membawa Indonesia tidak terperangkap jebakan ekonomi dari IMF, apalagi dengan menggelontorkan uang rakyat hampir 1 Triliun rupiah untuk acara IMF di Bali jangan sampai dibalas dengan konsensus antara RI dengan IMF, dan yang perlu digaris bawahi, bukan tidak mungkin atas kebijakan ini publik menilai jika Jokowi lebih peduli delegasi asing daripada membuat kebijakan yang bermanfaat untuk rakyatnya”, tutup Panji.(ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here