Terkait Sampah, PLT Kadis Lingkungan Hidup Gowa Akan Terapkan Ini

0

Gowa, TR — Permasalahan sampah adalah sebuah permasalahan yang masih menjadi pemikiran bagi banyak daerah di Indonesia. Dengan semakin bertambahnya laju pertumbuhan penduduk, maka semakin bertambah pula laju produksi sampah yang dihasilkan. Seperti diketahui bersama, volume produksi sampah semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Terhadap permasalahan sampah ini, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Gowa telah melakukan berbagai upaya yakni program 3R (reduce, reuse, dan recycle).

Hal ini diungkapkan PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup, H. Marsuki. M saat ditemui ruang kerjanya, Rabu (07/02/2018).

Reduce atau reduksi sampah merupakan upaya untuk mengurangi timbulan-timbulan sampah di lingkungan sumber dan bahkan dapat dilakukan sejak sebelum sampah di hasilkan, maksudnya sampah bisa di kurangi sebelum terjadinya penumpukan dengan cara mencegahan pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan masyarakat sekitar, dengan adanya pencegahan tersebut maka penumpukan sampah tidak akan terjadi.

Reuse berarti menggunakan kembali sampah atau bahan-bahan yang terbuang dan tidak terpakai agar tidak terjadi penumpukan sampah di lingkungan sekitar kita, banyak sampah-sampah yang dapat kita gunakan kembali seperti kertas, botol bekas seperti bekas minum-minuman, kaleng susu, semua itu dapat kita gunakan dan manfaatkan seperti merubahnya menjadi pot tanaman, atau kerajinan tangan, dan kreativitas lainnya.

Recyle berarti mendaur ulang kembali sampah-sampah atau bahan-bahan yang tidak lagi berguna menjadi bahan lain, dengan melakukan berbagai proses pengolahan seperti mengolah sisa-sisa kain perca menjadi selimut, kainlap, keset kaki, dan sebagainya.

Marzuki berharap program 3R akan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memanfaatkan sampah, untuk di daur ulang menjadi berbagai bahan yang bermanfaat, seperti untuk membuat pupuk organik yang berasal dari sampah organik.

“ Dengan adanya program ini, akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, karena berbagai sampah akan dapat kembali dimanfaatkan menjadi berbagai bahan yang bernilai ekonomi”, imbuh Marsuki.

(Udhin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here