Beranda Hukum & Kriminal Pasien Wanita Dilecehkan di Rumah Sakit, Mantan Ketua Advokasi HMK Sulsel Angkat...

Pasien Wanita Dilecehkan di Rumah Sakit, Mantan Ketua Advokasi HMK Sulsel Angkat Bicara

0
BAGIKAN
Foto/Irwan Tahir

MAKASSAR, TR – Beredarnya sebuah cuplikan video pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum yang berprofesi sebagai perawat di RS. Nasional Hospital Surabaya, menuai banyak kritikan dan keamanan dari berbagai pihak.

Seorang pasien rumah sakit Nasional Hospital, merasa dilecehkan oleh oknum perawat, sehingga pasien itu mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya.

Menanggapi hal itu, mantan Ketua Advokasi Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HMK) Sulsel, Irwan Tahir angkat bicara terkait oknum yang melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu pasien di RS. Nasional Hospital. Dia mengecam tindakan tersebut sebagai sesuatu yang tidak bisa dibenarkan oleh seorang yang bekerja sebagai profesi perawat.

Menurut Dia, seorang perawat harus memegang teguh etika profesi perawat dengan baik, sebagaimana mekanisme yang ada. Perbuatan tersebut lanjut dia telah melecehkan profesi perawat dan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya turut prihatin atas kasus yang menimpa pasien disalah satu rumah sakit di surabaya, hal itu menurut saya adalah perbuatan yang tidak bisa di benarkan dalam menjalankan tugas profesi,” ucap Irwan Tahir melalui pernyataan tertulisnya, Kamis (25/1/2018).

Alumni Kampus Mega Rezky Antang Makassar ini melanjutkan, bahwa dia sangat berharap semua yang berprofesi sebagai perawat, khususnya di Sulsel dapat mengambil pelajaran dari kejadian itu dan tidak melakukan pelanggaran yang berakibat fatal dan menciderai status profesi perawat.

“Saya berharap agar perawat di Indonesia, khususnya di Sulsel ketika menjalan tugasnya sebagai seorang yang berprofesi perawat, maka harus paham betul etika dan mekanisme kerjanya,” imbuhnya.

Selain itu Irwan Tahir yang pernah bergerak di dalam mengadvodkasi masalah keperawatan ini berharap, agar pasien tidak menggenaralkan kejadian tersebut dan takut untuk berhadapan dengan perawat. Pasalnya seorang perawat rumah sakit tidak semuanya melakukan hal demikian, hal itu hanya sebagian kecil saja yang terjadi, namun pada umumnya perawat tidak seperti yang terjadi di RS. Nasional Hospital Surabaya.

“Dengan adanya kejadian ini saya berharap bahwa orang-orang yang ada di Sulsel, janganlah takut dengan perawat, mereka Insya Allah akan melaksanakan tugas sesuai dengan mekanisme profesi. Perawat di Sulsel itu insya Allah semuanya baik-baik,” tutupnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here