Beranda Budaya Nelayan Indonesia Dilarang Menggunakan Cantrang Menangkap Ikan

Nelayan Indonesia Dilarang Menggunakan Cantrang Menangkap Ikan

78
0
BAGIKAN

Makassar, TR – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengeluarkan kebijakan larangan penggunaan alat cantrang untuk menangkap ikan yang dapat meresahkan sebagian nelayan, khususnya nelayan tradisional.

Cantrang merupakan alat penangkapan ikan yang bersifat aktif dengan pengoperasian menyentuh dasar perairan.

Selain itu cantrang dioperasikan dengan menebar tali selambar secara melingkar, dilanjutkan dengan menurunkan jaring cantrang, kemudian kedua ujung tali selambar dipertemukan. Kedua ujung tali tersebut kemudian ditarik ke arah kapal sampai seluruh bagian kantong jaring terangkat.

Kepala Dinas Perikanan dan kelautan Provinsi sulsel Sulkaf S.Latief Mengatakan Alasannya, tahun ini nelayan di Indonesia tidak boleh lagi menggunakan cantrang.

“Berdasarakan aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, di Indonesia nelayan tidak boleh lagi memakai cantrang menangkap ikan. Hal ini dapat menguras sumber daya,” kata Sulkaf di ruang kerjanya, Selasa (23/01/2018).

Sulkaf juga mengungkapkan, jika nelayan cantrang di Sulsel itu, tidak sebanyak di Pulau Jawa.

Jumlahnya tidak sampai 100 nelayan. Meski demikian, ia juga sepakat cantrang ditiadakan, karena kadang mengambil jalur nelayan tradisional.

Lanjut Kepala dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi menjelaskan hanya memperbolehkan kapal dengan alat tangkap cantrang untuk melaut di Enam wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) saja.” enam wilayah yakni Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Batang, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Lamongan yang boleh menggunakan Cantrang itupun 0-12 Mil saja”Jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Ir.Safaruddin Rachman menjelaskan Pelarangan penggunaan cantrang ini sendiri, sudah ditunda hampir tiga tahun. penundaan hanya dilakukan semenjak 2016 tahun.

“Pemerintah sebetulnya sudah menunda 3 tahun lalu, terus diperpanjang setengah tahun dan diperpanjang lagi setengah tahun.” kata Safar

Ia juga mengatakan jumlah nelayan yang dulunya bisa menggunakan Cantrang kurang lebih 67 nelayan akan tetapi 42 yang resmi bisa menggunakan Cantrang

” khususnya provinsi Sulsel yang dulunya bisa menggunakan Cantrang 42 saja dari 67 Nelayan,Operasi Cantrang, di bawah 30 GT izin perikanannya di Perikanan Provinsi, 30 GT ke atas izin Perikanannya harus di urus ke Kementrian (Pusat).” ujarnya

Ia juga tegaskan jika penggunaan Cantrang ini dilarang wilayah sulawesi selatan jika ada para nelayan masih menggunakan cantrang maka akan ditindaki ” Kita diprovinsi sisa menunggu keputusan menteri apa bisa menggunakan Cantrang, kalau belum ada keputusan maka para nelayan sulsel yang menggunakan Cantrang maka akan ditindaki” Tegasnya

Reporter :Udhin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here