Beranda Opini Ketika Pengalaman dan Ketenangan Menyatu

Ketika Pengalaman dan Ketenangan Menyatu

0
BAGIKAN
Foto: Agus Arifin Nu'mang/ist

Oleh: Yusuf Saleh

Selain dikenal santun dan beretika, politisi senior yang kenyang makan asam garam perpolitikan di Sulsel, Agus Arifin Nu’mang begitu tenang memasuki tahapan tahapan pilkada yang penuh turbolensi. Wakil gubernur Sulsel ini tahu kapan harus bergerak, menyerang dan menunduk. Bagai seorang prajurit yang harus sangat berhati hati melintasi medan ranjau. Sesekali Ia harus menghalau serangan, menghindari jebakan dan penghianatan.

Mantan ketua DPRD Sulsel ini sangat paham peta dan permainan yang akan dihadapi. Pengalamannya dua kali memenangkan pertarungan Pilgub Sulsel, saat berpasangan dengan Syahrul Yasin Limpo, cukup membekalinya. Demikian juga dengan pengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan, baik sebagai eksekutif maupun legislatif di Sulawesi Selatan.

Ketika ada calon yang abai pada etika, Politisi yang dikenal dekat dengan para ulama ini, tetap konsisten menjalankan etika berpolitik. Keberhasilannya mendampingi Gubernur Syahrul Yasin Limpo hingga dua periode, merupakan prestasi tersendiri ketika jumlah pasangan yang bisa bertahan hingga dua periode bisa dihitung jari. Banyak yang menyesalkan Ia tidak mengambil kesempatan, ketika beberapa partai besar menawarkannya sebagai ketua. Ia sangat menjaga etika, perasaan dan hubungan baik dengan pasangannya pak Syahrul.

Demikian juga ketika pendaftaran di beberapa Partai. Ia tahu seorang sahabatnya yang juga ingin maju, telah membina hubungan cukup dekat dengan sebuah partai, Ia tidak juga mendaftar pada partai Amanat Nasional yang sangat dekat dengan IYL. Goncangan hebat menerpanya, ketika sebagai kader partai Gerindra yang cukup intens membina komunikasi dengan pengurus pusat dan daerah  akhirnya bermuara kepada salah satu kandidat, namun Ia terlihat sangat tenang dan berjiwa besar  menyikapi . Bahkan Ia senantiasa berusaha menenankan para pendukungnya yang sangat kecewa.

Turbulensi berikutnya, ketika berharap profesionalisme partai Demokrat yang menggelar Simposium, sebagai sarana fit and proper test bagi kandidat. Ia mengikuti seluruh tahapan, meskipun akhirnya Ia harus Legowo ketika partai berlambang Mercy itu memberi surat tugas pada pasangan yang tidak ikut tahapan seleksi. Saat perebutan surat rekomendasi partai Demokrat, banyak yang menawarkan pertemuan dengan SBY untuk melakukan lobby langsung, namun Ia menampik karena menghargai mekanisme partai yang melalui DPD partai.

Selain mengandalkan kerja kerja politik, pria yang dikenal religius ini senantiasa menyandarkan semua usaha pada doa kepada  yang maha kuasa. Hanya dalam sekejap ulama dan pemimpin ummat dari berbagai ormas Islam di Sulsel bersatu mendukungnya, maju melalui jalur perseorangan. Dalam hitungan hari mereka telah mengumpulkan 692.768 ktp dari cabang dan ranting ormas ormas Islam dan berbagai lapisan Masyarakat.

Namun sebagai politisi senior, Ia tetap mengupayakan jalur Partai Politik, instink politiknya membawanya kembali melakukan komunikasi politik kepada para elit parpol.  Agus Arifin Nu’mang bukan tipikal orang yang mudah menyerah. Anak pejuang ini selalu optimis, dan meyakini dinamisasi di dunia politik.  Memanfaatkan injury time , serta modal jaringan yang dimilikinya, akhirnya bisa membuat kontalasi pilkada Sulsel berubah. Ia mendapat angin segar, ketika dukungan beberapa partai berbalik ke arahnya.

Namun, Ia tetap merendah dan meminta semua bersabar untuk menunggu waktunya tiba. Kita tinggal menunggu di hari hari terakhir pendaftaran, akankah kembali Ia untuk ketiga kalinya memasuki palagan Pilkada Sulsel 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here