Beranda Opini Banjir, Bukan Ajang Saling Menyalahkan

Banjir, Bukan Ajang Saling Menyalahkan

98
0
BAGIKAN

Opini, TR — Genangan ini akan menjadi kenangan, terutama bagi kami yang hari harus meninggalkan rumah dan mengungsi ke sanak keluarga.

Hujan yang menghampiri kota Makassar selama 4 hari terakhir ini dengan intensitas yang cukup tinggi membuat Makassar sebagai kota menuju kota dunia ini akhirnya terendam juga.

Hampir setiap ruas jalan dan sebagian wilayah di kota Daeng ini nyaris terendam, dan selama kurun waktu 4 hari ini kita disuguhkan informasi update tentang kondisi banjir di kota Makassar.

Saya sendiri berkesimpulan, jika yang terparaha adalah saudara-saudara kita yang berada di seputar BTN Kodam 3 Kec. Biringakanayya. Tak tanggung-tanggung genangan air hampir mencapai leher orang dewasa, dan memaksa pihak Dinas Sosial yang di bantu oleh Kepolisian, SAR, BNPB, dan TNI mendirikan dapur umum dan mengevakuasi warga dengan perahu karet.

Walaupun di sekitar kompleks kami perumahan Grand Batua Jalan Toa Daeng 3- Batua Raya XI juga terendam air yang cukup tinggi sampai melewati pinggang orang dewasa, kami masih bersyukur karena belum sampai merepotkan piham terkait untuk mengirimkan perahu karet.

Kami sekeluarga, dan beberapa KK yang lain pagi tadi, Jumat (22/12/17) antusias mengangkat barang yang dianggap penting sambil mendorong sepeda motor dari Kompleks hingga ke poros jalan Batua Raya, melewati air nyaris sampai dada saat melintas pas du samping kanal Batua.

Perjuangan kami tentunya tak sekeras saudara kita di BTN Kodam 3, ataupun di tempat lain yang lebih parah.

Banjir di tahun ini memang sedikit unik apalagi memasuki tahun politik. Sindiran, hujatan dan juga pujian dialamatkan ke pihak pemerintah kota Makassar, dalam hal ini Walikota Danny Pomanto yang juga akan kembali bertarung di Pilwakot tahun depan (2018).

Bagi kami, banjir tetaplah banjir, tidak ada yang perlu di salahkan dan saling menyalahkan, dan saya yakin siapa pun pengambil kebijakannya dengan intensitas hujan yang cukup tinggi seperti ini tidak ada yang bisa menjamin tidak terjadi banjir.

Seyogyanya, banjir ini kita jadikan sebagai ajang koreksi diri baik itu saya, masyarakat dan pemerintah.

Masyarakat harus belajar banyak dari peristiwa ini, lebih lagi memperhatikan kebersihan lingkungan, dan pemerintah juga pun koreksi untuk lebi meningkatkan lagi kinerjanya.

Kami yakin program pemerintah pasti pro rakyat, tapi apakah sudab berjalan dengan baik dan maksimal ? Tentunya ini menjadi PR buat pemerintah dan pastinya tetap butuh masukan dan perhatian dari masyarakat.

Yang pasti mari kita saling koreksi, sejauh mana ibadah kita, sejauh mana kinerja kita dan sejauh mana keikhlasan kita .

Iqbal

Kanal Batua

22/12/17

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here