Beranda Jeneponto Miris! SMAN 8 Turatea Diduga Lakukan Pungli

Miris! SMAN 8 Turatea Diduga Lakukan Pungli

0
BAGIKAN

JENEPONTO, TR – Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Turatea Kabupaten Jeneponto, diduga melakukan modus Pungutan liar (Pungli) yang melibatkan ketua komite sekolah dan sejumlah guru sekolah.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua LSM Al Tipikor, Asbi Liwang saat melakukan konfirmasi dan investigasi di SMA Negeri 8 Turatea, Senin (04/12/2017) Kemarin.

Menurutnya, salah satu orang tua siswa yang ikut dalam rapat yang digelar Kepala Sekolah SMA Negeri 8 mengatakan hasil rapat tersebut mengaharuskan semua orang tua siswa membayar sebesar Rp 150.000 per siswa untuk pembangunan kelas.

“Kalau tidak maka anak orang tua siswa diancam tidak diikut sertakan dalam semester,” kata Asbi kepada Teropongrakyat.net.

Terkait dengan pernyataan tersebut, Asbi Liwang menjelaskan, mematok pembayaran kepada siswa jelas bertentangan dengan aturan Pepres Nomor 87 Tahun 2016, tentang Pungli.

Selain itu juga bertentangan dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, tentang komite, Pasal 12 Dengan larangan komite, Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang penerimaan peserta didik baru, Pasal 81 tentang larangan kepala Sekolah, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan, Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan biaya pendidikan pada satuan Dasar, Pasal 9 Ayat 1.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Turatea, Ali Said mengaku mengundang 407 orang tua siswa yanh terdiri dari kelas 10,11 dan 12 dalam rangka untuk menghadiri rapat pertemuan kepala sekolah dengan dewan komite untuk membahas penambahan pembangunan ruang kelas 10.

Ali menjelaskan, sementara dana yang sedang terkumpul untuk pembangunan kurang lebih 10.200.000 Rupian, ditangani oleh bendahara sekolah.

“Uang itu sama sekali belum dibelanjakan karena baru sebagian kecil orang tua siswa menyetor uang kepada bendahara sekolah dengan dalih belum mampu mencukupi buat pembangunan ruang kelas baru.

Program itu sama sekali TDK tertuang dalam rencana jangka menengah sekolah ataupun rencana kerja tahunan sekolah,” cetusnya. (Mustova)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here