Beranda Sastra Opini: Lewati Ujian Tak Seberat Batinnya

Opini: Lewati Ujian Tak Seberat Batinnya

129
0
BAGIKAN
Foto/instagram:@sukmaaruslan

Oleh: MKA

Kala kuingat beberapa hari yang lalu, sosok perempuan yang begitu kuatnya melewati beban yang ia (Sukma) pertahankan hingga ingin menyelesaikan segalanya. Apapun itu, dirinya tak ingin membuat sekitarnya merasa khawatir dengan apa yang telah menggerogoti batinnya.

Tepat di pagi hari, kamis 30 November 2017, rasa cemas itu seakan dia lewati yang sebelumnya tak pernah berpikir untuk bisa sampai sekarang. Pinta dan harapannya untuk selelu tegar terus ia sampaikan kepada-Nya agar bisa melewati tahapan dikala situasi dan kondisinya tak memungkinkan untuk ia clearkan.

Dengan segala kekuatannya, tak luput untuk selalu tetap tegar dengan peluh keringat, tetesan air mata, dan senyuman mengiringi proses perjalanannya menyelesaian studi Strata 1 di salah satu Universitas Swasta di Kota Makassar.

Hanya saja, kondisi fisikpun sudah tidak memungkinkan sehingga untuk berada ku disaatnya. Namun begitu, sungguh luar biasa disaat-saat kondisi begitu tak pernah kumeninggalkan kewajibanku kepada Rabbnya, yaitu lantunan do’a dan ikhtiar kulayangkan untuk bisa mewakiliku.

Kerap kali do’a ini menjadi wiridku setiap langkahnya dalam iringan perjuangannya meski tak ada daya. “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah”.

Alhamdulillah kemudahan diberikan Allah SWT dengan selesainya ujian yang tak seberat dari ia rasakan (batinnya). Semangatpun terus dipacu, tiada hari kecuali bersama bab-bab isi skripsi beserta sakit yang menggerogotinya disetiap sudut-sudut malam yang beriringan dengan denyutan rintik hujan, dan itu berkat do’a kemudahan.

Dan pada akhirnya, Semua orang-orang terdekatnya bergembira dan bersyukur atas segala kemudahan dan anugerah yang telah Allah berikan kepadanya. Meskipun begitu, aku merasakan ia menyadari dalam menempuh sebuah ujian memang diperlukan pengorbanan dan perjuangan sehingga terasa manis apa yang kini dia dapatkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here