Ketahuan, Ternyata NA Baru Dikukuhkan Resmi Jadi Professor

0

MAKASSAR, TR – Nurdin Abdullah baru saja dikukuhkan sebagai profesor oleh senat akademik Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu 15 November 2017. Gelar Profesor itu pun berhak disandang sebagai embel-embel nama mantan pasangan Tanribali Lamo ini.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, gelar Profesor memang tidak boleh disandang sembarangan. Hanya orang yang layak dan sudah dikukuhkan saja berhak menyandangnya.

Institusi pemberi gelar Profesor tersebut juga harus jelas. Kemudian dalam prosesi pengukuhan, calon profesor hasil karya berupa penelitian atau karya lainnya.

Pengguna gelar akademis yang sembarangan sebenarnya dapat dikenaik sanksi pidana. Sanksi pidana penggunaan gelar akademis yang tidak sesuai tersebut diatur dalam pasal 68 UU ayat dua dan empat.

Bunyinya: “Setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang diperoleh dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Sedangkan ayat keempat berbunyi demikian. “Setiap orang yang memperoleh dan/atau menggunakan sebutan guru besar yang tidak sesuai dengan Pasal 23 Ayat (1) dan/atau Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Nurdin Abdullah sendiri sudah menggunakan embel-embel profesor jauh hari sebelum pengukuhannya hari ini. Embel-embel profesor ini dipakai sebagai bahan kampanye.

Bahkan, Nurdin Abdullah memakai tagline Profesor Andalan bersama calon wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman, setelah mendepak Tanribali Lamo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here