Beranda Kabar Daerah Agus Ajak Pemuda Toraja Menjaga Kebersamaan dan Kebhinekaan

Agus Ajak Pemuda Toraja Menjaga Kebersamaan dan Kebhinekaan

0
BAGIKAN

Toraja – Dalam sambutannya dihadapan 1.700 peserta Praya X Persekutuan Pemuda Gereja Toraja. Acara yang dihadiri  pemuda Toraja dari berbagai daerah di Indonesia. Agus Arifin Nu’mang mengatakan bahwa Pembangunan bangsa sangat besar ditentukan oleh peran pemuda secara aktif dan kreatif dengan didasarkan atas kualifikasi spiritual, intelektual yang baik, ketahanan, kualitas moral yang terpuji, dan ideologi yang terpuji.

Wakil Gubernur Sulsel ini mengingatkan generasi muda Toraja Dalam membangun bangsa yang sedang dilanda oleh berbagai krisis multi Dimensi. Seperti Penyebaran dan penyalahgunaan Narkoba, yang sebahagian besar menimpa kaum remaja dan pemuda harapan bangsa

Acara yang juga dihadiri beberapa tokoh Toraja yang menjabat di beberapa daerah seperti Bupati Teluk Wandana, Wakil Bupati Mimika. Lebih lanjut Agus Arifin Nu’mang menegaskan bahwa “Surplus Demografi tidak akan dapat kita rasakan manfaatnya bila remaja dan pemuda kita terserang, bahkan bisa menjadi kontraproduktif atau menjadi beban bagi negara,” kata Agus, Senin (25/9/2017).

Sementara itu Bupati Toraja Utara Dr. Kalatiku dalam sambutannya  mengingatkan anggota PPGT, untuk selalu berbuat tulus dalam melaksanakan kegiatan persekutuan, serta memperkokoh jaringan dengan semua, dan selalu menunjukkan identitas dalam melayani.

Akhirnya Agus Arifin Nu’mang menutup pidatonya dan mengajak para pemuda Toraja, untuk bersama sama menjaga kebersamaan dan kebihinekaan. Sudah sejak lama kita hidup berdampingan secara damai.

Sebelum mendengar sambutan sambutan tadi, peserta menyanyikan lagu indonesia Raya dan menikmati kopi khas Toraja, sambil menyaksikan parade memenuhi tempat acara. Aroma kopi toraja segera terasa, sesaat setelah kami telah bersila di tongkonan. Cuaca kembali cerah, hujan mulai reda. Peserta kembali turun memenuhi halaman museum Ne Gandeng.

Alunan musik tradisional ditingkahi para puluhan penyanyi pemuda. Mereka melakukan ritual manimbong, sebagai ungkapan rasa syukur atas penyelenggaraan praya ini. Peserta parade masih berdatangan memenuhi lokasi acara, diiringi suara dan alunan musik tradisional.

Suasana serasa berada di tengah acara Rambu Solok, upacara kematian yang diselenggarakan meriah di Toraja, hanya bedanya tak ada lagu lagu dan tarian kematian dan penyembuhan kerbau. Beberapa klasis atau kontingen bahkan membuat pertunjukan yang mirip Rambu Solok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here